Agen Bola Kiat Tim Asal Jawa Timur Atasi Krisis Finansial

Kiat Tim Asal Jawa Timur Atasi Krisis Finansial

Kiat Tim Asal Jawa Timur Atasi Krisis Finansial

Agen Bola – Problem finansial kembali akan menjadi topik utama sebelum dimulainya liga hasil penyatuan kompetisi IPL dan ISL musim depan. Sejak jauh-jauh hari Joko Driyono, Sekjen PSSI sudah memperingatkan agar para peserta kompetisi liga unifikasi agar bisa memenuhi kriteria finansial yang ditetapkan oleh PSSI. PSSI menegaskan tidak akan meloloskan tim yang tidak memenuhi syarat ketika proses verifikasi keuangan sebelum musim dibuka. Tapi ini cuma gertak sambal saja karena setiap tahun selalu ada tim yang kesulitan membayar gaji para pemainnya walaupun sudah lolos verifikasi.

Lalu bagaimana dengan Jawa Timur yang mempunyai empat wakil di Liga Super Indonesia musim lalu? Di kompetisi musim lalu, keempat tim asal Jawa Timur ini sehat secara finansial. Gresik United, Madura United, Arema Cronous dan Persela Lamongan tidak pernah mengalami kesulitan keuangan sampai musim berakhir. Padahal di awal musim, tiga tim selain Madura United sempat menunggak gaji para pemainnya musim lalu tapi setelah itu sampai musim berakhir, keuangan mereka tetap stabil. Untuk kompetisi musim depan, sejauh ini hanya Arema Cronous yang sudah mapan secara finansial. Arema yang dimiliki oleh Bakrie Group ini sepertinya tidak akan mengalami defisit keuangan saat laga akan dimulai seperti musim lalu.

Yang patut dilihat adalah tim yang tidak mendapat bantuan dari sponsor besar seperti Madura United, Gresik United dan Persela Lamongan. Musim depan wakil Jawa Timur akan bertambah karena Persik Kediri dan Persebaya Surabaya ikut meramaikan kompetisi. Beberapa klub ini mengaku optimis tidak akan mengalami kesulitan keuangan. Salah satunya Persela Lamongan yang diwakili oleh Debby Kurniawan. Debby mengatakan Persela membuat progres yang bagus jika dibandingkan dengan musim lalu karena manajemen bisa memenuhi semua kebutuhan tim dengan mandiri dan tidak sampai menunggak gaji para pemain. Prestasi ini yang membuat manajemen optimis di musim depan Persela tidak akan mengalami kesulitan dana.

Pada musim 2011-2012, Persela untuk pertama kalinya tidak lagi memakai dana dari APBD sesuai regulasi PSSI. Hasilnya, Persela sempat menunggak gaji pemain selama tujuh bulan karena krisis finansial. Itu menjadi catatan paling buruk yang dilakukan Persela dari segi keuangan. Persela kemudian sudah banyak belajar dan pada musim 2012/13 dengan segala kemampuan yang dimiliki, Persela bisa selamat dari ancaman kekurangan dana. Walaupun prestasi yang didapat berbeda jauh dengan musim sebelumnya.

Debby menuturkan agar bisa aman dari krisis finansial, manajemen harus mempunyai perencanaan yang mendetail dan tidak gegabah menggunakan dana. Misalnya kalau tidak mempunyai kemampuan merekrut pemain bintang, manajemen tidak akan memaksakan. Musim depan Persela menurut Debby akan melakukan pembatasan kontrak pemain dengan cukup ketat. Madura United yang menjadi tim promosi di ISL musim 2012/13 juga tidak mengalami krisi finansial. Walaupun sering membongkar pasang pemain dalam semusim, tim berjuluk Sape Kerap ini masih nyaman dengan kondisi kas tim.

Manajer Madura United, Achsanul Qosasih mengungkapkan kesuksesan timnya memenuhi kebutuhan dana di musim perdana mereka di ISL karena adanya partisipasi aktif dari publik Madura. Tidak didukung sponsor besar, Madura United  bersyukur menjadi kebanggaan publik Madura dan mendapat sokongan penuh dari masyarakat. Persik Kediri yang berasal dari kota dengan luas lebih kecil dari Madura patut meniru langkah yang dilakukan Persela dan Madura United juga Gresik United dalam memaksimalkan potensi daerah. Persik sendiri hanya mengandalkan sokongan kuat dari PT. Gudang Garam Merah. Jika sokongan ini dihentikan, Persik akan langsung limbung. Agen Bola