Kekalahan Ini Sungguh Memalukan

Kekalahan Ini Sungguh Memalukan

Kekalahan Ini Sungguh Memalukan

Berbanding terbalik dengan perayaan yang dilakukan oleh Manuel Pellegrini. Pelatih Tottenham Hotspur Andre Villas-Boas mengaku sangat malu dengan penampilan tim dan kekalahan besar di laga tandangnya pada pertandingan ke-12 musim ini yang kebobolan hingga enam gol dari Manchester City. Penyerang sayap Manchester City Jesus Navas mampu menjadi momok bagi pertahanan Spurs saat ia mencetak gol cepat di detik ke-13 saat memanfaatkan kesalahan yang dilakukan oleh penjaga gawang Hugo Lloris. Sandro bahkan berperan besar untuk menjebol gawangnya sendiri, sebelum disusul Sergio Aguero dengan dua golnya, sebelum Alvaro Negredo turut mencantumkan namanya dalam daftar skor dan diakhiri kembali oleh Navas yang sukses membuat pihak tim tamu menderita.

Tentu saja kekalahan itu sekaligus membuat klub asal London utara harus terjerembab di peringkat kesembilan. “Kekalahan mungkin biasa, tetapi untuk kemasukan 6-0 itu sungguh memalukan,” kecam Villas-Boas. “Kami sudah memberikan target yang tinggi pada musim ini, tetapi sepertinya hal itu kini menjadi muluk-muluk belaka. “Kekalahan seperti ini tentu saja dapat mengancam karir anda ketimbang hasil baik yang anda capai. Semua permainan kami, tingkat kepercayaan diri dan motivasi dalam permainan tentu sangat berpengaruh bila kami kebobolan cepat, apalagi dalam hitungan detik. “Ini merupakan masa-masa buruk. Kami semua harus malu dengan hasil tersebut untuk kami bawa pulang ke London.”

Setidaknya dengan menghabiskan anggaran belanja mencapai 108 juta pound pada musim panas ini, di mana hasil itu merupakan penjualan dari Gareth Bale ke Real Madrid, Villas-Boas menyadari bahwa dirinya harus meraih hasil positif. Dengan kemampuan menjebol gawang lawan baru sembilan kali – dan merupakan angka yang juga diciptakan oleh Fulham – tentu mudah untuk menunjuk di mana titik kelemahan Spurs berada, meski kegagalan ini merupakan bagian dalam sebuah perjalanan mereka di musim ini. “City telah memanfaatkan segala kesempatan yang ada. Sementara kami tidak melakukannya dan tidak dapat memaksimalkannya dengan baik,” keluh Villas-Boas. “Kami bereaksi cukup baik atas gol pertama, namun begitu kami kemasukan gol kedua dan ketiga secara beruntun hal ini benar-benar sulit untuk membuat pemain bangkit dan melawan keadaan.”

Tentu saja ini merupakan pekerjaan yang tidak mudah bagi Villas-Boas, walaupun dari tiga pertandingan terakhir mereka baru mampu meraih satu angka, Tottenham Hotspur masih terpaut empat angka dari peringkat kedua, Liverpool. “Salah satu hal yang menakjubkan pada kompetisi di Liga Premier, semuanya bisa saling memukul dan mengejutkan,” lanjut pelatih berkebangsaan Portugal. “City sendiri telah mengantongi empat kekalahan. Kami juga menelan hasil serupa, di awal musim kompetisi yang sedang berjalan saat ini. Tentu memasuki bulan Desember dan Januari, hasil akan sangat penting bagi kami dan memiliki gambaran di mana kami akan mengakhiri perjalanan pada musim panas nanti. “Mungkin untuk saat ini anda bisa berada di peringkat tiga atau sembilan. Ini merupakan kenyataan yang akan anda alami.” Bahkan saking berhasrat untuk menambah juru gedor dalam timnya, Tottenham sampai menyambut kembali mantan penyerang Manchester City, Emmanuel Adebayor ke dalam tim utama untuk pertama kalinya pada musim ini, meski masuknya ia di babak kedua tidak berdampak terlalu banyak.