Mourinho Merasa Tidak Perlu Ada Perubahan

Mourinho Merasa Tidak Perlu Ada Perubahan

Mourinho Merasa Tidak Perlu Ada Perubahan

Pelatih Jose Mourinho menegaskan timnya tidak akan merubah pola penyerangan yang sudah dilakukan sejauh ini. Walau sejauh ini lini depan Chelsea sedang mandek dalam urusan menjebol gawang namun Mourinho tetap yakin akan penampilan penyerangnya. Konon ada klaim yang menyebutkan kalau ‘The Special One’ sudah mulai tertekan dengan lini belakang dan ujung tombaknya, meski ia mengakui hal ini tidak akan diubah olehnya setelah di sesi latihan sepertinya baik-baik saja dan tidak ada kesulitan berarti bagi pemain depannya dalam menjaringkan bola. “Kami harus membunuh tim lawan dengan sebanyak mungkin gol. Karena kami juga masih kebobolan gol walau bermain bertahan,” tutur Mourinho.

“Pada saat ini, jika anda berlatih untuk bertahan dalam menahan umpan sepak pojok melawan tim pecundang, maka saya pikir salah satu dari tim pecundang itu bakal menciptakan gol, karena semua bola muntah jatuh ke kaki mereka.” Tentu kekalahan dari Stoke merupakan pelajaran penting bagi The Blues dan demikian saat mereka menghadapi Steaua Bukarest di Stamford Bridge dan kemenanga mutlak harus mereka peroleh, setelah menelan dua kekalahan dari Basel di babak grup. Tetapi Mourinho bertekad apa yang sudah diterapkan di sesi latihan oleh anak-anak asuhan Chelsea tidak akan ada perubahan, dalam sebuah kritik terselubung dari pendahulunya, Rafael Benitez. Sang pelatih Chelsea mengatakan: “Apakah saya akan merubah gaya permainan dan menurunkan lebih banyak pemain bertahan? Tentu tidak. Apakah saya akan menurunkan David Luiz di depan dari pemain bertahan? Tidak.

“Kami juga tidak akan menurunkan empat pemain ditambah dua gelandang sayap dan meninggalkan Fernando Torres di depan sendirian untuk mengandalkan serangan balik, tentu sama sekali tidak. Kami akan tampil tetap sama.” Chelsea sudah mengantongi tiket ke babak 16 besar Liga Champions musim ini, namun kubu Basel dapat mengambil posisi mereka jika memenangkan pertandingan melawan Schalke 04. Steaua juga sudah tersingkir dari percaturan musim ini. Sejak mengambil alih kembali, Mourinho sama sekali tidak mengharapkan tim asuhannya itu untuk mengulangi hasil impresif seperti tahun 2012 di akhir Mei mendatang, mengingat Bayern Muenchen, Barcelona dan mantan timnya, Real Madrid jauh berpeluang untuk merebut gelar itu.

“Peluang kami di tahun ini, yang merupakan musim pertama saya, tidak akan disandingkan dengan peluang tim yang lain,” tambah Mourinho, yang meraih gelar Liga Champions pada 2004 dengan Porto dan 2010 bersama Inter Milan. “Yang penting kami lolos ke babak 16 besar terlebih dulu. Jika kami tembus ke perempat-final, yang tentunya sebuah tahapan selanjutnya, maka saya katakan semua tim yang berada di babak itu berpeluang mengangkat trofi, tetapi menurut analisa saya, kami tidak akan menjadi salah satu tim yang difavoritkan.Mourinho juga berharap tim asuhannya bisa menghadapi Steaua Bukarest dengan sebauh hasil positif, yang mereka kalahkan dengan skor 4-0 di Bukarest di laga perdana dari total enam pertandingan di fase grup.