Real Madrid Dibayangi Alcorconazo

Real Madrid Dibayangi Alcorconazo

Real Madrid Dibayangi Alcorconazo

Real Madrid menuai hasil yang kurang menggembirakan pada laga leg pertama babak 32 besar Copa del Rey melawan Xativa. Malam nanti Real Madrid akan kembali bertemu dengan Xativa dalam leg kedua babak 32 besar dengan dibayangi hasil buruk yang pernah diraih Real Madrid di ajang ini melawan klub dari kasta bawah. Beberapa musim yang lalu Real Madrid secara mengejutkan tersingkir Copa del Rey di tangan Alcorcon. Pada babak 32 besar musim 2009/10, Alcorcon yang bermain di divisi tiga Spanyol sukses mengalahkan Real Madrid yang merupakan salah satuĀ  tim terkuat di dunia. Tentu hasil ini tidak akan mau diulangi oleh Sergio Ramos dkk dalam laga nanti.

Saat itu Real Madrid menuai kekalahan memalukkan dengan skor telak 0-4 di kandang Alcorcon. Berusaha membalas di leg kedua, Real Madrid hanya mampu menang dengan skor 1-0 dan tersingkir dengan agregat 1-4. Musim ini kejadian nyaris sama terjadi lagi. Reak Madrid kembali bertemu dengan klub yang berlaga di kasta ketiga kompetisi sepakbola Spanyol, Olimpic de Xativa. Pada leg pertama, Real Madrid ditahan imbang tuan rumah Xativa dengan skor kaca mata. Kali ini giliran Real Madrid yang akan menjamu Xativa di kandang mereka Santiago Bernabeu. Bisa jadi saat memasuki lapangan, para pemain Real Madrid sudah dibayangi hasil memalukkan empat musim yang lalu. Publik bahkan memberikan nama untuk momen memalukan tersebut yakni Alcorconazo.

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti mengakui jika dia duah tahu makna dari kata Alcorconazo. Tapi Ancelotti menegaskanĀ  jika para pemainnya akan berusaha keras tetap bisa melaju di kompetisi ini karena Real Madrid menganggap penting titel Copa del Rey. Ancelotti menyebut mereka akan menghadapi sebuah tim yang mampu tampil bagus melawan tim besar. Xativa dinilai mampu bertahan dengan sangat baik dan Ancelotti yakin pada leg kedua ini Xativa kembali akan bermain dengan gaya bertahan. Ditambah parapemain Xativa tentu akan datang dengan motivasi sangat tinggi menyingkirkan tim terkuat di dunia. Jika hasil di leh pertama kembali didapat kedua tim, bisa saja adu penalti akan digelar untuk memastikan siapa yang berhak lolos ke babak 16 besar. Tapi Ancelotti mengakku tidak secara khusus melatih tendangan penalti. Ancelotti menyebut jika memang harus ada adu penalti, maka bukan teknis yang menentukan keberhasilan tendangan tapi faktor mental.