Taruhan Bola Bisakah Sepak Bola Instan Berjaya?

Bisakah Sepak Bola Instan Berjaya

Bisakah Sepak Bola Instan Berjaya?

Taruhan Bola – Sepak bola instan bisa berarti banyak. Sepak bola instan bisa berarti membeli pemain-pemain bintang yang sudah jadi, daripada mengembangkan pemain muda yang setengah matang, untuk bermain di timnya. Dalam artian yang lebih negatif, sepak bola instan mengisyarakatkan menghalalkan segala cara demi kemenangan termasuk menyuap pelatih, pemain dan ofisial pertandingan.

Atau dalam konteks negara sepak bola instan artinya adalah bahwa negara tersebut lebih memilih mendatangkan pemain yang bukan warga negara asli dan kemudian menaturalisasi pemain-pemain tersebut agar bisa bermain untuk negaranya dan juga bertanding di kompetisi internasional. Dalam tulisan ini seperti yang sudah disebutkan judul di atas hanya membahas tentang sepak bola instan yang berkaitan dengan naturalisasi saja.

Di dunia sepak bola, tim-tim negara lain sudah sering melakukan naturalisasi ini. Lihat saja, bagaimana Real Madrid dan Spanyol menangguk untung dari naturalisasi ini dengan mengaplikasikannya pada Puskas dan Di Stefano yang masing-masing aslinya berwarga negara; Hongaria dan Argentina. Ataupun Prancis di Piala Dunia 1998, mereka berhasil menjadi jawara berkat bantuan para keturunan. Yang paling terkenal tentu saja Zinedine Zidane aslinya berwarga negara Aljazair, tetapi karena orangtuanya sudah pindah ke Prancis sejak dia lahir dan bapak ibunya juga sudah mempunyai Kartu Tanda Penduduk serta Paspor Prancis jadilah Zidane menjadi warga Prancis.

Sekarang, kita juga bisa melihat Christian El Loco Gonzalez bermain bersama pemain lokal bernama, Bambang Pamungkas, bukan di sebuah klub melainkan di tim nasional negara kita. Era naturalisasi memang baru dibuka kerannya di Indonesia sejak tahun 2010. Pada event Piala Tiger 2010, hal ini terlihat nyata di mana di situ ada Irfan Bachdim yang peranakan Belanda serta Gonzalez yang asli dariĀ  Uruguay. Semakin ke sini, semakin banyak, Warga Negara Asing yang menyatakan kecintaannya pada Indonesia dan akhirnya menjadi Warga Negara Indonesia, tidak terkecuali para pemain sepak bola. Bak dikomando para pemain seperti Greg Nwkolo, Kim Jefrey, Stefano Lilipaly menyatakan bergabung sebagai Warga Negara Indonesia dan ingin bermain di bawah nama tim nasional Indonesia.

Mengapa hal ini baru terjadi sekarang ini padahal dahulu juga ada beberapa pemain yang ingin membela panji garuda seperti Jacksen Thiago, Stephen Weah dan Musa Kallon. Ini bisa dijelaskan dengan melihat kasus para pemain bulu tangkis yang keturunan Cina. Bahkan Hendrawan yang telah mengantarkan Indonesia mendapatkan medali emas di cabang bulu tangkis amat kesulitan untuk diakui sebagai Warga Indonesia asli dan masih dianggap sebagai orang Cina. Ya, masalah klasik birokrasi Indonesia menjadi penyebabnya. Di saat negara lain justru mempermudah warga negara lain agar bisa menjadi warga negaranya di Indonesia malah dipersulit akibatnya daripada susah-susah lebih baik mempertahankan jati diri asli saja walau cinta Indonesia. Padahal bukan tidak mungkin andai kata naturalisasi sudah terjadi dari dulu, mungkin, sekali lagi mungkin, bisa jadi Indonesia sudah melepas gelar dahaganya. Ya mungkin. Taruhan Bola