Taruhan Bola Memprediksi Musim Ketiga Conte

Memprediksi Musim Ketiga Conte

Memprediksi Musim Ketiga Conte

Taruhan Bola – Nama Antonio Conte muncul dari sedikit pelatih yang mempunyai kesempatan untuk melatih lebih dari dua musim itu. Hal ini tidaklah hal aneh. Karena dia mempunyai prestasi yang cukup baik. Antonio Conte telah menukangi Juventus semenjak musim 2011/2012 dan dia memang tidak mungkin dilepaskan oleh La Vecchia Signora.

Conte tampil bersinar dan berhasil menaklukan Seri A meskipun berada dalam iklim kompetisi yang cukup ketat. Bahkan di musim pertamanya Conte berhasil membawa Juventus jadi tidak terkalahkan sepanjang tahun. Bahkan dikabarkan pemilik Chelsea yaitu  Roman Abramovich, ingin memboyongnya ke Premier League, tapi pada akhirnya dia menjatuhkan pilihan pada Jose Mourinho. Berbekal prestasi yang sudah dibuatnya, maka menarik untuk memprediksi apa yang akan terjadi di musim ketiga Conte. Walaupun sudah dua kali memenangkan Seri A, namun perolehan ini dirasa tidak cukup bagi dia pribadi.

Salah stau ciri khas Conte ketika menangani Juventus ialah dia membangun dari poros tengah. Poros tengah atau yang lebih dikenal dengan istilah spine atau tulang belakang. Dimana tiga pemain belakang yang solid dikombinasikan dengan tiga orang pemain tengah yang secara aktif turun dan naik dari kotak ke kotak. Startegi ini menjadi kekuatan utama Bianconeri ketika menghadapi musuh-musuhnya.

Dengan memakai satu orang striker maka pemain tengah Juventus dituntut untuk sering menusuk masuk ke dalam kotak penalti dan mencetak gol. Akibatnya adalah ketiga center-back yang dipaksa untuk mengisi ruang di tengah dan bertindak sebagai pengatur serangan awal. Walapun sudah meraih dua gelar scudetto, namun tidak berarti tim Juventus telah tampil dengan sempurna. Masih ada beberapa masalah yang sedang dicoba untuk dipecahkan oleh Conte di musim ini.

Masalah pertama yang harus diselesaikan adalah masalah lini serang. Sesudah kepergian Alessandro Del Piero, Juventus sering kewalahan. Tiga orang pemain penyerang yang dimiliki, namun tidak ada satu oang striker pun yang bermain dan bisa diandalkan untuk memecah kebuntuan permainan. Satu-satunya penyerang yang konsisten dipakai adalah Mirko Vucinic. Tapi, dia hanya mencetak gol 10 kali dan akan sangat sulit untuk membayangkan jika Vucinic menjadi andalan Juventus di lini depan.

Tidak hanya permasalah tentang striker, masalah fleksibilitas formasi juga menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Hal ini juga berlaku di kompetisi Eropa. Seperti yang terlihat pada penampilan Juventus di Liga Champions, ketika menghadapi tim yang memakai satu striker maka Juventus sering mengalami kesulitan. Formasi yang fleksibel tentu menjadi satu permasalahan yang harus diutak-atik oleh Conte apabila dia ingin membuat sejarah di Italia dan Eropa. Juventus bisa dikatakan sudah melakukan pembelian yang cukup cerdas di musim ini. Persoalan tentang striker bisa diatasi dengan memboyong Fernando Llorente dan Carlos Tevez. Sedangkan masalah fleksibilitas taktik pun sepertinya akan bisa dipecahkan dengan kedatangan Angelo Ogbonna dan Federico Peluso. Dengan berbagai permasalahan, dan kepintaran Conte maka bisa diprediksi bahwa Si Nyonya Tua akan mendapatkan gelar scudetto ketiganya. Taruhan Bola