Taruhan Bola Review Atalanta 2012-13

Review Atalanta 2012-13

Review Atalanta 2012-13

Taruhan Bola – Musim dan keberuntungan Atalanta di lapangan mencerminkan para pemainnya, dari muda lapar dan tidak punya rasa takur jadi lelah dan tumpul. Di awal musim Orobici terlihat segar dan siap menghadapi tantangan di depan mata. Dipersenjatai pemain muda berbakat seperti Andrea Consigli, Federico Peluso, Ezequiel Schelotto dan Giuseppe De Luca yang bermain didampingi pemain berpengalaman Thomas Manfredini dan German Denis.

Nerazzurri terlihat tajam dan bisa meledak, beberapa kali mereka berhasil mengalahkan klub-klub top Serie A seperti AC Milan, Inter, dan Napoli. Di awal musim Colantuono menunjukkan tanda-tanda mereka bisa menimbulkan kejutan dengan meraih tiket Europa League dan sebelum Desember kata-kata bahwa La Dea akan mengakhiri musim berkutat di zona degradasi tidak akan dianggap. Setelah bermain buruk di bulan Desember, diikuti dengan menyia-nyiakan bursa transfer Januari, Atalanta pun harus menerima kenyataan bahwa mereka anjlok ke zona degradasi.  Orobici berhasil bertahan di Serie A dengan hanya beberapa laga tersisa. Ironisnya mereka bahkan tidak berhasil menyelamatkan mereka sendiri karena mereka dibantu Palermo dan Siena yang menjerumuskan diri mereka.

Fans Bergamo harus bertahan melihat tim mereka membuang-buang keunggulan skor dan peluang di depan gawang. La Dea gagal mencetak gol di 13 dari 38 laga mereka di Serie A musim ini, jika tidak diselamatkan 15 gol Denis mereka pun pasti akan terdegradasi. Kurangnya konsistensi juga jelas sekali. Di sisa laga putaran kedua Orobici hanya menang empat kali, tiga di antaranya atas ketiga klub yang terdegradasi. Tidak hanya minimnya gol yang membuat Atalanta mengalami musim yang buruk, disiplin pemain yang kurang juga berperan penting. Banyaknya pemain yang dilarang bermain bersama yang cedera, bila dijumlah, menyisakan opsi yang sedikit sekali bagi Colantuono untuk memilih starter. Poin disiplin Atalanta musim ini merupakan yang tertinggi di Serie A, 137 poin, sepuluh poin lebih tinggi dari Cagliari di peringkat kedua. La Dea juga mendapatkan kartu kuning dan merah terbanyak, 111 kartu kuning dan 13 kartu merah.

Pemain Musim Ini

Hanya ada dua pemain yang menonjol di skuad Atalanta musim ini, German Denis dan Giacomo Bonaventura. Bukannya sekedar menilai permainan dari jumlah gol yang dicetak, namun prestasi mereka tidak bisa dibantah. Mencetak banyak gol di sebuah tim dengan rasio gol per laga yang termasuk jajaran terburuk di Serie A merupakan pencapaian hebat. 15 gol Denia membuatnya menjadi peringkat lima top scorer Serie A.

Di sisi lain pemain 23 tahun Bonaventura mencetak tujuh gol dari lini tengah. Kemampuannya mencetak gol dan menciptakan assist membuatnya dipanggil ke skuad Italia. Gelandang serang ini diburu banyak klub besar, namun untung bagi Atalanta dia sudah menandatangani kontrak baru selama empat tahun.

Gol Musim Ini

Gol terbaik Atalanta berasal dari pemain yang paling tidak diduga-duga. Cristiano Del Grosso, pemain belakang berusia 30 tahun itu mencetaknya di Stadio Luigi Ferraris. Gol keempatnya dalam hampir sepuluh tahun memukau siapapun yang melihatnya. Dia menendang dari tepi kotak penalti dengan sisi luar kaki.  Gol yang mengagumkan bila dilakukan seorang striker, apalagi yang melakukannya adalah seorang defender.

Rekrutan Terbaik dan Terburuk

Pemain-pemain terbaik Atalanta adalah yang dijual dan dipinjamkan, seperti Peluso yang bermain bagus di Juventus, atau pemain muda berbakat Italia Manolo Gabbiadini yang mengalami musim hebat di Bologna. Jika harus memilih maka striker Marko Livaja dari Inter lah yang bermain cukup bagus. Penyerang muda ini bekerja sama dengan baik dengan Denis sejak laga pertama dan mau bekerja keras menggantikan Denis yang mulai lelah. Apalagi kedatangan Livaja disertai kepergian Schelotto, sang pemain bermasalah, ke Inter. Ada banyak kandidat untuk pemain terburuk. Striker tinggi besar asal Kroasia Igor Budan kembali setelah dipinjamkan dari Palermo namun gagal menembus tim utama. Ada juga full back Argentina Lionel Scaloni, yang sempat diharapkan akan membuktikan dirinya belum habis. Sayangnya, ternyata memang dia sudah habis. Taruhan Bola